Nagari Sungai Rumbai
Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya - 13
Administrator | 02 Juli 2026 | 186 Kali Dibaca
Artikel
Administrator
02 Juli 2026
186 Kali Dibaca
Tata cara pengaduan dugaan penyalahgunaan wewenang, korupsi, atau pelanggaran yang dilakukan oleh pejabat Pemerintah Nagari atau Desa telah diatur secara legal formal di Indonesia. Masyarakat memiliki hak penuh untuk mengawasi dan melaporkan tindakan tersebut.
Berikut adalah saluran, tahapan, dan syarat menyampaikan pengaduan:
1. Saluran Resmi Pengaduan (Pihak yang Berwenang)
Anda dapat melaporkan pelanggaran tersebut melalui beberapa pintu formal, mulai dari tingkat lokal hingga nasional:
Tingkat Internal & Lokal (Sangat Direkomendasikan untuk Tahap Awal)
-
Badan Permusyawaratan Pengganti / Badan Permusyawaratan Nagari (BPRN) / BPD: Sebagai lembaga legislatif desa yang berfungsi mengawasi kinerja Wali Nagari/Kepala Desa. BPD/BPRN wajib menampung dan menindaklanjuti aspirasi serta pengaduan masyarakat.
-
Camat (Pemerintah Kecamatan): Camat memiliki fungsi pembinaan dan pengawasan langsung terhadap jalannya pemerintahan Nagari/Desa di wilayahnya.
-
Inspektorat Daerah Kabupaten: Ini adalah Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) tingkat kabupaten yang berwenang memeriksa secara khusus (audit investigatif) terkait indikasi pelanggaran administrasi maupun penyelewengan keuangan (APBND/APBDesa).
Tingkat Nasional & Digital (Terintegrasi)
-
SP4N-LAPOR! (lapor.go.id): Layanan aspirasi dan pengaduan online rakyat yang dikelola oleh Kemenpan-RB, Kemendagri, dan Ombudsman. Laporan yang masuk akan diteruskan langsung ke instansi terkait (termasuk Pemkab setempat).
-
Sistem Pengaduan Kementerian Desa (SAPA DESA): Melalui situs resmi atau layanan pengaduan Kemendesa PDTT jika pelanggaran terkait dengan penyalahgunaan Dana Desa.
Jalur Hukum (Jika Ada Unsur Pidana/Korupsi)
-
Unit Tipidkor Polres setempat atau Kejaksaan Negeri (Kejari): Jika ditemukan bukti kuat adanya unsur tindak pidana korupsi, pungutan liar (pungli), atau gratifikasi.
2. Syarat dan Kelengkapan Laporan (Prinsip 4W + 1H)
-
Identitas Pelapor: Nama dan kontak yang jelas (Identitas pelapor dilindungi oleh hukum dan bisa meminta skema Whistleblowing System agar dirahasiakan).
-
Siapa (Who): Nama pejabat Nagari/Desa yang dilaporkan beserta jabatannya.
-
Apa (What): Penjelasan detail mengenai bentuk pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang yang terjadi.
-
Di mana & Kapan (Where & When): Lokasi kejadian dan perkiraan waktu terjadinya pelanggaran.
-
Bagaimana (How): Kronologi atau modus operandi bagaimana pelanggaran tersebut dilakukan.
-
Bukti Pendukung: Ini bagian paling krusial. Lampirkan dokumen (foto, rekaman, kuitansi, salinan surat keputusan, atau dokumen APBDesa/Nagari) yang memperkuat dugaan pelanggaran tersebut.
3. Alur / Prosedur Penyampaian Pengaduan
-
Penyusunan Berkas: Buat surat pengaduan tertulis yang ditujukan kepada salah satu instansi di atas (misalnya: Kepala Inspektorat Kabupaten melalui Camat). Jangan lupa lampirkan bukti-bukti pendukung.
-
Penyerahan Laporan: Serahkan dokumen secara langsung ke kantor instansi terkait (minta tanda terima berkas) atau unggah melalui platform digital seperti
lapor.go.id. -
Verifikasi & Telaah: Instansi penerima laporan (seperti Inspektorat) akan melakukan verifikasi kelayakan laporan. Jika bukti awal dinilai cukup, mereka akan membentuk Tim Khusus untuk melakukan pemeriksaan lapangan.
-
Pemeriksaan/Audit: Tim APIP (Inspektorat) akan memeriksa pejabat Nagari yang bersangkutan, saksi-saksi, dan memeriksa dokumen keuangan/administrasi.
-
Penerbitan LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan):
-
Jika terbukti pelanggaran administrasi/wewenang, Bupati akan memberikan sanksi (mulai dari teguran tertulis, pemberhentian sementara, hingga pemberhentian tetap).
-
Jika terbukti ada kerugian negara (korupsi) dan tidak ada iktikad baik untuk mengembalikannya dalam waktu yang ditentukan (biasanya 60 hari), kasus akan dilimpahkan ke Aparat Penegak Hukum (Polisi/Kejaksaan).
-
Catatan Penting: Berdasarkan UU No. 3 Tahun 2024 (UU Desa terbaru) dan regulasi terkait, masyarakat dijamin haknya dalam melancarkan pengawasan partisipatif. Demi efektivitas, sangat disarankan untuk membawa permasalahan ini terlebih dahulu ke forum BPD/BPRN atau Kecamatan guna melihat apakah permasalahan bisa diselesaikan melalui mekanisme pembinaan internal sebelum melangkah ke ranah hukum formal.
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
3881
Populasi
3792
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
7673
3881
Laki-laki
3792
Perempuan
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
7673
TOTAL
Aparatur Nagari
Wali Nagari
SUTAN RISKI
Sekretaris Nagari
YOLI SUBHAN, STP
Kepala Seksi Kesejahteraan
DONI AFRIZA
Kepala Urusan Perencanaan
ERI AFRIZAL
Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum
RICKY PRATAMA
Kepala Urusan Keuangan
AMELIA
Kepala Seksi Pelayanan
NOFRIANTY, S.E
Kepala Seksi Pemerintahan
AFRIDA USMIRA
Staf Kantor Wali Nagari
DINO KURNIAWAN
Staf Kantor Wali Nagari
DINDA MAILISYA
Staf Kantor Wali Nagari
NINI DEFIANI
Staf Kantor Wali Nagari
NOFRIYANI
Staf Kantor Wali Nagari
VINA MEYUNI PUSPA DEWI
Kepala Jorong Sungai Kemuning
INDRA KUSUMA
Kepala Jorong Tarandam
NIKO AFRIANTO
Kepala Jorong Tanah Abang
NOVI IDRAL
Kepala Jorong Sakato
JONI AKMAL
Kepala Jorong Balai Tangah
TASMIN
Kepala Jorong Pasar Baru
SUHERMAN
Kepala Jorong Talago Permai
ERICK
Kepala Jorong Sungai Baye
DODY HENDRA
Nagari Sungai Rumbai
Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat
Hubungi Perangkat Nagari untuk mendapatkan PIN
Masuk

Kirim Komentar