You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Nagari Sungai Rumbai
Logo Nagari Sungai Rumbai
Sungai Rumbai

Kec. Sungai Rumbai, Kab. Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat

Akta Kematian Menjadi Syarat Pelayanan Terkait Kamatian Seseorang, Tidak Cukup Dengan Surat Keterangan Kematian Saja

Administrator 23 Juni 2023 Dibaca 742 Kali
Akta Kematian Menjadi Syarat Pelayanan Terkait Kamatian Seseorang, Tidak Cukup Dengan Surat Keterangan Kematian Saja

SUNGAI RUMBAI---Berdasarkan amanat pasal 44 Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, diatur bahwa setiap kematian wajib dilaporkan kepada Instansi Pelaksana (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) untuk diterbitkan akta kematian. Seterusnya Menteri Dalam Negeri telah menerbitkan surat edaran terkait dengan penerapan persyaratan akta kematian dalam pelayanan terkait dengan kematian seseorang seperti pengurusan pensiun, ahli waris di Bank, pengurusan BPJS dan pelayanan lainnya terkait dengan laporan kematian seseorang. Hal ini disampaikan pemateri pada acara Bimbingan Teknis Pemutakhiran Data Kematian yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sumatera Barat, Kamis (22/06/2023) di Padang.

Kasi pemerintahan Nagari Sungai Rumbai Afrida Usmira yang mengikuti bimtek tersebut mengatakan bahwa pemerintah nagari wajib melaporkan kematian ke dinas dukcapil kabupaten untuk validasi data kependudukan agar yang sudah mati tidak masuk lagi ke data base kependudukan.

"Sesuai dengan amanat Undang-undang maka pemerintah nagari harus melaporkan data kematian penduduk nagari kepada dinas Dukcapil kabupaten. oleh sebab itu kami harapkan kepada masyarakat Nagari Sungai Rumbai yang ada keluarganya meninggal dunia untuk melapor kepada pemerintah nagari melalui kepala jorong untuk segera dibuatkan akta kematiannya" terangnya

 

 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBN 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 2.171.381.962,00 Rp 2.584.138.240,00
84.03%
Belanja
Rp 1.580.232.965,00 Rp 2.383.698.536,00
66.29%
Pembiayaan
Rp 55.560.296,00 Rp -200.439.704,00
-27.72%

APBN 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Nagari
Rp 6.915.500,00 Rp 50.000.000,00
13.83%
Hasil Aset Nagari
Rp 19.000.000,00 Rp 35.000.000,00
54.29%
Dana Desa
Rp 1.279.309.000,00 Rp 1.279.309.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 89.980.000,00
0%
Alokasi Dana Nagari
Rp 831.431.118,00 Rp 1.101.849.240,00
75.46%
Penerimaan Bantuan Dari Perusahaan Yang Berlokasi Di Nagari
Rp 30.100.000,00 Rp 25.000.000,00
120.4%
Bunga Bank
Rp 4.626.344,00 Rp 3.000.000,00
154.21%

APBN 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Nagari
Rp 651.829.630,00 Rp 1.122.558.460,00
58.07%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Nagari
Rp 508.101.535,00 Rp 607.450.530,00
83.64%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Nagari
Rp 326.101.800,00 Rp 503.239.546,00
64.8%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Nagari
Rp 7.800.000,00 Rp 30.250.000,00
25.79%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Nagari
Rp 86.400.000,00 Rp 120.200.000,00
71.88%